Dampak positif dan negatif pandemi CVD-19 bagi pelajar

Dampak Positif :

1. Materi dapat diakses oleh pelajar dimana pun dan kapan pun. Dengan pembelajaran daring para pelajar dapat membuka materi dan mempelajari nya dengan mudah, hal ini di dukung oleh teknologi yang berkembang pesat yang menghasilkan produk smartphone. Dengan adanya smartphone para pelajar dengan mudah mengakses materi dimana saja, di ruangan terbuka maupun tertutup, dalam situasi pandemi covid-19 ini kita hanya bisa melakukannya diruangan tertutup atau di rumah saja.

2. Kita dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melakukan kegiatan santai. Seperti sambil mendengarkan musik, tiduran, memakan cemilan, dan sebagainya. Menurut penulis, belajar sembari melakukan kegiatan yang santai seperti di atas akan membuat kita rileks dalam belajar, mengurangi kejenuhan Ketika belajar. Tentunya, kita tidak dapat melakukan hal tersebut jika melakukan kegiatan belajar di sekolah karena aturan yang terdapat di sekolah tersebut.

3. Aman dari bahaya virus corona. Sebab dari virus corona adalah kita tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau di sekolah, karena virus ini sangat cepat penyebaranya melalui manusia ke manusia. Tentunya pembelajaran daring yang dilakukan ini sangat berguna untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona. Ini sangat berguna untuk kesehatan pelajar dan pengajar, membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi, dan menjaga agar tidak menularkan kepada sanak keluarga.

 Dampak Negatif

1. Kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi-aplikasi pembelajran daring. Berkembangnya teknologi juga tidak menutup kemungkinan adanya celah pada sistem pada sebuah aplikasi. Ada sebuah kalimat dari film asal jerman "who am I" yaitu "no system is save". Penulis rasa dengan pembelajaran daring maka akan memunculkan kejahatan-kejahatan cyber yang berakibat penjualan data, penipuan dan lain sebagainya. Seperti yang telah banyak diberitakan media bahwa salah satu aplikasi video converence yaitu zoom yang digunakan sebagai media untuk pembelajaran online menjual data penggunanya ke situs hacker. Data-data ini digunakan para hacker untuk melakukan zoombombing. Zoombombing adalah serangan yang dilancarkan hacker berupa gangguan dari luar yang membajak konferensi video dengan mengirim gambar gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian disertai ancaman. Sungguh mengerikan bukan. Walaupun zoom telah membantah tapi ini bisa saja terjadi mengingat pesatnya perkebangan teknologi, dan orang-orang mualai meragukan keamanan privasi mereka.

2. Kegiatan belajar mengajar yang tidak sama efektifnya dengan pembelajran tatap muka. Banyak pelajar yang keberatan karena pembelajran tidak efektif didapatkan.

3. Tugas yang menumpuk. Sistem pembelajaran daring tidak bisa memastikan pelajar yang hadir di dalam kelas seperti kelas tatap muka. Jadi, beberapa pengajar memberikan tugas setiap pertemuan untuk sebagai bukti bahwa pelajar tersebut hadir di kelas daring nya.

4. Keterbatasan kemampuan teknologi yang dimiliki pelajar. Kita tahu bahwa sekolah memiliki laboratorium untuk melakukan kegiatan praktikum. Nah, bebrapa pelajar diberikan tugas praktikum yang menggunakan alat yang terdapat di laboratorium seklolahnya, tetapi alat tersebut tidak dimiliki dirumahnya. Penulis melihat siswa sekolah dasar yang diberikan tugas menggunakan laptop atau komputer tetapi ia tidak memilikinya, biasanya ia diberikan fasiitas tersebut disekolah, karena keterbatasan tersebut ia tidak bisa mengerjakan tugasnya.

Semua kalangan merasa dirugikan akibat pandemi covid-19 ini, tidak hanya pelajar dan pengajar. Semoga covid-19 ini dapat teratasi dengan cepat sehingga kita semua dapat melakukan kegiatan kita lagi dengan normal. Demi kianlah dampak positif dan negatif pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19

Comments